Tags

, , ,


Well, seharusnya sih postingan kayak gini gak perlu ada, karena sebenarnya tata cara mengirim surat (baik surat fisik ataupun eletronic mail– email) sudah diajarkan di bangku sekolahan. Namun, saya sering sekali menemui mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan mengenai hal ini. Mungkin memang sepele, ah cuma kirim email saja kok harus repot. Ehmm, salah kalau orang menganggap hal ini sepele. Karena etika dalam mengirimkan sebuah pesan dapat memperlihatkan bagaimana seseorang memperlakukan orang lain (lebay sih, tapi emang iya banget).

Saya sering menemukan mahasiswa mengirimkan email kepada Dosen atau Asisten Dosen mereka tanpa menuliskan subjek email, tanpa ada greetings. Bahkan jika mengumpulkan tugas via email. Hanya ada attachmentnya saja. Ya kalau di dokumen tugasnya itu ada nama dan NPMnya sih masih mending, ini sama sekali gak ada! Belum lagi alamat emailnya bukan namanya, Gosh.

Satu lagi, sekarang ini kan jamannya pesan singkat SMS, Whatsapp, Line, BBM, dll. Nah, saran saya ya, JANGAN PERNAH SMS ATAU MENGIRIMKAN PESAN SINGKAT MENGGUNAKAN KALIMAT YANG DISINGKAT-SINGKAT! Dan usahakan menggunakan bahasa yang formal bukan seperti mengirimkan pesan kepada teman atau sahabat.

Saya juga menemukan mahasiswa yang tiba-tiba SMS saya suatu sore, menanyakan agama Dosen yang saya (saya kebetulan membantu beliau sebagai asisten dosen). Sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan, menurut saya. Ternyata, mahasiswa tersebut bertanya seperti itu supaya ketika dia telpon atau sms Dosen saya bisa menggunakan salam muslim. Iya, i know, bagus maksudnya, tapi apakah tidak bisa pakai salam yang formal saja seperti, Selamat Siang, Selamat Pagi, Selamat Malam, jika kita tidak yakin orang tersebut menyakini agama apa. Agama itu soal sensitif, tidak semua orang suka membawa-bawa atribut agamanya.

Jadi ya, para mahasiswa dan siswa (karena sekarang juga anak sekolah sudah canggih-canggih belajarnya), tolong, jika kamu mengirimkan email kepada orang lain, baik itu Dosen, Guru sekolah, Kakak Senior, Ketua Organisasi di kampus atau sekolah, gunakan lah pengetahuan surat-menyurat kalian dengan baik.

Nih saya berikan contoh.

Misalkan kamu mengirimkan email kepada Dosen, jangan lupakan Subyek Email (judul email), jika keperluan kamu adalah mengirimkan tugas, sebutkan tugas apa dari mata kuliah / pelajaran apa. Contoh: Tugas MK Statistika, Tugas Biologi Kelas XI.

Kemudian, di badan email, kamu harus menuliskan greeting atau salam. Contoh:

Selamat Siang,

Berikut ini saya lampirkan Tugas MK Statistika atas nama Blablabla dengan NPM 1234567890.

Terima kasih

Blablabla

Contoh ini berlaku juga untuk cara mengirimkan SMS kepada Dosen atau Guru ya. Sok kaku mungkin, tapi hal ini bisa jadi poin plus untuk kamu di mata Dosen atau Guru, kenapa? karena dengan mengirimkan pesan yang jelas, kamu sudah menghargai dan menghormati Dosen dan Guru kamu.

Kebiasaan kamu menuliskan email dan SMS yang seperti ini akan membantu dan memudahkan kamu ketika kerja di perusahaan dan harus selalu bersinggungan dengan email dengan rekan kerja, atasan dan ataupun rekanan kerja dari perusahaan lain. Selain itu, jadi gak malu-maluin almamater juga sih.

Semoga bermanfaat.