Sebenernya lagi ga mood buat nulis. Tapi, kepala minggu-minggu ini selalu mumet, mau olahraga males karena temen olahraganya kerja, ya iya kerja. Dese kan pekerja dengan jam kantoran, gak kaya saya.

Ah iya, hari ini beberapa pekerjaan selesai dikerjakan, tapi ada beberapa kerjaan besar lainnya yang masih perlu difokuskan untuk diselesaikan. Mumet, mau liburaaaaaan emaaaakkkk!

Hari ini pula, beberapa topik perbincangan di dunia maya menjadi highlight sendiri buat saya, mulai dari teori konspirasi yang melibatkan tayangan pernikahan dua artis ternama Ibu Kota dan pertemuan kedua orang yang ingin menjadi nomor satu di negara Indonesia makmur korupsi tercinta ini.

Belum lagi diselingi beberapa drama kehidupan lainnya, seperti susahnya saya untuk move on dari nyinyirin orang, dan drama-drama lain yang sebenarnya tidak perlu saya ciptakan untuk mendramatisir keadaan, seperti membuat handphone pinjaman dari suami bootloop, gak bisa booting, stuck aja di logo si LG (kebetulan dari beberapa handphone yang kita punya, hampir semuanya mereknya si LG). Udah panik aja, tapi untuk masih inget ada si Mba Google. Voila! Terselesaikan dengan baik.

Kadang saya berpikir, dunia ini terlalu luas untuk dipandang dengan cara berpikir yang begitu sempit. Banyak persoalan yang kiranya bisa diselesaikan namun terkendala karena satu dan lain halnya yang saling bertentangan, belum lagi kecenderungan masyarakat di Indonesia ini yang kurang terbuka dengan perubahan dan sulit untuk open minded.

Masalah kesehatan, masalah sosial, masalah moral, masalah pendidikan, masalah kemiskinan seluruhnya saling berkaitan, tapi kadang kita lupa, langkah prioritas apa yang harus diambil segera untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada tersebut. Kadang kita lupa, suatu penyelesaian masalah punya beberapa jangka waktu implementasi, kadang pemerintah kita hanya memberikan solusi dipermukaannya saja, tanpa mencari solusi jangka panjang dari permasalahan yang sedang diselesaikan.

Data di negara ini tidak ada artinya, data dikumpulkan namun tidak dianalisis, sudah dianalisis oleh pihak ketiga, eh tidak dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kadang bingung saya, apakah serumit itu pekerjaan para pengambil dan pembuat kebijakan diatas sana, ya memang sih, balik lagi, pemerintaan itu tidak lepas dari masalah politik juga. Kebijakan akan sangat berpengaruh pada kondisi perpolitikan saat itu. Ah. Politik, capek saya padamu.

Saya juga selalu bingung sama kebanyakan orang, yang juga sama seperti pemerintahnya, reaktif. Apalagi kalau soal isu-isu sensitif. Saya, sebenernya bukan mau cari musuh atau cari masalah, cuma saya suka iseng, diselang-seling kemumetan hari-hari saya, saya kadang punya pemikiran yang, mungkin bagi beberapa orang nyeleneh, kemudian, dengan isengnya saya post di media sosial kebanyakan orang, Facebook. Wah, kalau udah soal masalah moral dan agama biasanya sih langsung rame. Dari situ, saya belajar menghadapi komentar-komentar orang, juga mempelajari jalan berpikir orang, melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain, dan melihat kira-kira apa yang bisa di mix and match buat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Kadang lucu sih, kadang bikin ketagihan. Isengnya saya ini kayaknya berawal dari nyinyir deh, ini nyinyir diajarin oleh seorang teman yang kurang ajar ngajarinnya nyinyir, mbo’ya ngajarinnya yang lebih bermanfaat lagi gitu, kayak ngajarin gimana cara bikin invoice yang baik dan benar gitu, pan saya mah orang Kesmas, gak gitu ngerti-ngerti amat masalah begituan.

Yah tapi, dari situ, hidup ini jadi makin berwarna, karena kita ga hanya harus menerima pemikiran dan pendapat yang sama dengan kita aja kan? Kita juga harus bisa terbuka dengan pemikiran-pemikiran abstrak orang lain, wong pemikiran sendiri aja kadang suka abstrak.

Saking abstraknya, pernah bikin cerita ayam pikun gegara denger si ayam jam 10 malem berkokok ria, mungkin ayam itu sudah pikun, melihat sinar lampu dikiranya sinar matahari. Diantara ayam-ayam lain yang tidur di pepohonan samping rumah, hanya dia sendiri yang berkokok. Mungkin pas subuh tiba, dia baru akan sadar, bahwasanya tadi malam itu, bukan pagi, tapi baru akan menjelang pagi.

Ah apa sih..