Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,


Akhir minggu kemarin finally ikutan trip bareng-bareng Nol Derajat Indonesia. Awalnya dapet info dari temen yang doyan banget traveling, akhirnya jadi panas juga dengerin cerita-ceritanya doi yang udah sering banget kelilling alam Indonesia yang ternyata Subhanallah indahnya.

26 April 2013
Janjian dengan leader di Kp. Rambutan, niatannya sih mau berangkat jam 6 sore, ternyata pada telat, termasuk leadernya hahaha (harusnya minta diskon nih). Jadi baru berangkat jam setengah 8 dari Kp. Rambutan. Alhasil nyampe di Pelabuhan Merak sudah larut dan yang jelas sudah ditungguin temen-temen yang udah pada nyampe di Pelabuhan Merak duluan.😀

Sekitar jam setengah 12 malam, kita baru masuk ke kapal untuk nyebrang ke Pelabuhan Bakaheuni Lampung. Udah gak tau gimana lagi, berangkat jam berapa kapal itu, karna saya dan kawan-kawan langsung nyari spot aman buat tidur hahaha.

Oia, trip dari Nol Derajat Indonesia ini isinya adalah orang-orang yang belum dikenal, kecuali mesen untuk beberapa seat bareng temen yaa. Jadi pas ketemu pertama kali masih ackward banget. Tapi ternyata setelah melewati lautan dan daratan yang panjang, kegilaan masing-masing mulai terlihat.😀

27 April 2013
Jam 5 pagi kapal baru merapat ke dermaga Pelabuhan Bakauheni Lampung. Lamaaa banget dari estimasi kita yang cuma 3 jam perjalanan, jadi ngaret 4 jam!.

Dari Pelabuhan Bahaukeni, kita lanjut perjalanan ke Dermaga Canti naik angkutan umum yang sudah di pesan sebelumnya. Perjalanan lumayan sekitar 1 jam 30 menit.

Tiba di Dermaga Canti, langsung disambut hamparan laut. Kita semua sarapan pagi yang sudah disiapkan leader kita dari Nol Derajat Indonesia dan siap-siap berangkat menuju spot snorkling di Pulau Subuku Kecil dan Subuku Besar.

Saya, yang notabene adalah tidak bisa berenang, akhirnya nekat nyemplung ke laut pake life jacket dan goggles. Gak pake fin, karena kegedean semua. Alhasil pas nyoba berenang, yang ada malah selalu menjauhi kapal. Panik. nyelem-nyelem mulu. Ah, maluu sama anak bule berusia 4 tahun yang udah jago nyemplung😦

Di spot Pulau Subuku Besar, saya gak berani nyemplung, karena dalem dan ombaknya agak besar. Yaaa, agak menyesal juga sih, tapi tekadnya adalah kalau ikut trip lagi, pasti turun, yang pasti kali ini pake fin. Biar kayuhannya bisa ngajak badan balik ke kapal.😀

Setelah puas snorkling, tim kami lanjut ke Pulau Sebesi untuk makan siang dan menaruh barang di home stay. Home stay yang dimaksud bukan penginapan macem hotel yaaa gan, tapi rumah penduduk setempat. Dengan kondisi rumah dan kamar mandi seadanya. Oia, listrik di Pulau Sebesi ini terbatas banget, biasanya hanya hidup pada pagi hari dan malam hari. Plus gak ada sinyal Indosat dan Axis (berhubung saya pake dua nomor ini), yang masih ada itu sinyal 3, XL, dan Tsel.

Setelah makan siang, kami lanjut snorkling lagi, saya lupa kemananya, tapi habis dari situ, lanjut lagi ke Pulau Umang-umang yang banyak kerang dan karang berserakan di pantainya. Di Pulau Umang-umang juga akhirnya nyicipin kerang yang fresh from cangkangnya, rasanya amis, asin-asin karena kena air laut, tapi gurih. Sampai ada yang nyeletuk, “coba bawa saos dan nasi yaa.” Hahahaha.

Hampir menjelang sunset kita ada di Pulau Umang-umang, rencananya mau liat sunset dari atas kapal dekat dengan Pulau Umang-umang, tapi ternyata mataharinya ketutup awan, jadi gak sempat liat sunset😦

Akhirnya petualangan hari ini berakhir, karna kita langsung pulang ke Pulau Sebesi untuk bersih-bersih dan makan malam. Dari acara makan malam, kita masih lanjut lagi barbeque-an ikan di tepi pantai sambil ditemani oleh bulan purnama. Ahh, romantisnyaaa…

29 April 2013
Jam setengah 4 pagi kita semua dibangunin leader untuk siap-siap berangkat ke Krakatau, renacananya untuk dapet sunrise disana. Tapi apa dinyana, kita gak kedapetan sunrise. Plus perjalanan laut saat itu sedang dalam ombak yang lumayan gede. Pusing, hampir saja mabok laut. Untung masih punya obatnya, tidur.😀

Sampai di Krakatau hari sudah terang, lalu lanjut makan pagi dan lanjut berangkat ke atas Krakatau (karena lagi gak boleh ke Puncak. Jumat malam katanya habis mengeluarkan erupsi lagi, jadi masih ada beberapa batuan yang panas).

Perjalanan ke atas Krakatau bisa dibilang cukup mudah dan tidak terlalu jauh. Melelahkan sih lumayan yaa, karena saya gak terbiasa olah raga, jadi ngos-ngosan juga. Hehehe.

Sampai diatas, gak sia-sia, pemandangannya bagus banget. Puas banget!

Lanjut dari Krakatau, kita ke spot snorkling lainnya, yaitu di Lagoon Cabe, tapi sayang, karena ombaknya lagi besar dan kencang, arus air lautnya membuat karang dan ikan-ikan yang ada jadi gak kelihatan. Plus disana banyak jellyfish, lumayan kalau kena sengatannya.

Setelah kecewa gak bisa menikmati pemandangan bawah laut di Lagoon Cabe, kita akhirnya kembali ke Pulau Sebesi untuk bersih-bersih, makan dan packing pulang. Aaaaakkkkk liburan berakhiiirrr!😦

Jam 4 sore hari, kita sudah sampai di Dermaga canti dan langsung melanjutkan perjalanan darat dengan angkutan umum yang sudah di sewa untuk ke Pelabuhan Bakauheni Lampung. Kapal berangkat jam 6 sore, dan merapat di dermaga Pelabuhan Merak jam 10 malam. Apes memang, 2 jam perjalanan, 2 jam nunggu kapal merapat.

Dan akhirnya saya sampai rumah jam setengah 2 pagi. Tapi cape dan pegal-pegal, plus kulit terbakar terbayar dengan pemandangan alam yang Subhanallah indahnyaa.

Foto-foto:

Dermaga Canti

Dermaga Canti

Pemandangan Dari Pulau Sebesi

Pemandangan Dari Pulau Sebesi

The Gengges

The Gengges menikmati kelapa muda ditengah teriknya matahari

Lompat Indah

Lompat Indah

Terjun bebas

Cuma orang-orang yang bisa berenang yang mampu melakukannya *melipir*

Pemandangan Gunung Rakata

Gunung Rakata dari tebing Gunung Krakatau

Tiba di Atas Krakatau

Tiba di Atas Krakatau menikmati pemandangan alam yang Indah dan melepas lelah perjalanan memanjat tebing pasirnya

Puncak Krakatau

Puncak Krakatau dibelakangnya mengeluarkan asap yang menandakan gunung ini masih aktif

Cagar Alam Krakatau

Biar ada bukti pernah ke Krakatau, foto dulu di Gapuranyaaaaaaa..

Note: Foto-foto diatas diambil dari kamera handphone sayah😀