Tags

, , , , , , , , , , ,


Menyimak kasus penabrakan yang dilakukan Novi Amelia, saya tergelitik sendiri. Sempat mendengar beberapa orang berbisik, kok beda ya kasusnya Novi ini sama yang di Tugu Tani kemarin? Padahal kan mereka sama-sama menabrak orang dengan mobil dan dibawah pengaruh alkohol dan narkoba? Lalu kenapa pelaku Tugu Tani kemarin dibully habis-habisan di Twitter, Facebook dan media lainnya lalu Novi malah mendapat simpati masyarakat?

Menurut saya pribadi, kedua kasus ini sama, kasus kelalaian dalam berkendara hingga merugikan orang lain. Bedanya, untuk Novi, Alhamdulillah tidak sampai memakan korban jiwa. Dan yang paling utama, karena pada kasus Novi ini, ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi Novi yang dibawah pengaruh alkohol dengan memotret dirinya yang hanya mengenakan pakaian dalam, kacaunya lagi fotonya malah disebarluarkan.

Untuk kasus kelalaian dalam mengemudinya sendiri, saya yakin Novi akan dikenakan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini, apabila nantinya terbukti memang kondisi psikologis Novi tidak terganggu. Namun untuk kasus foto dirinya yang beredar itu, Novi adalah korban. Korban dari tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang-orang yang mengamankannya (Polisi kah? Who Knows)

Coba deh, waktu itu pelaku kasus Tugu Tani juga diperlakukan seperti Novi sekarang, disuruh pakai pakaian dalam lalu dipotret dan disebarluarkan fotonya. Saya yakin, seyakin-yakinnya, masyarakatpun bisa menilai secara objektif, bahwa ia pun punya hak-hak yang telah dilanggar.

Terlepas dari profesi Novi yang seorang model majalah dewasa, tidak seharusnya kita menghakimi Novi dari apa yang dilakukannya tanpa mengerti dan paham alasan ia melakukan hal tersebut.

Saya melihat beberapa komentar di media online mengenai Novi ini, miris banget. Bahkan, seorang wanita bisa mengatakan bahwa seharusnya Novi ini berterima kasih karena telah disebarluaskan dan bisa mengambil keuntungan di waktu depan atas kejadian ini, toh sudah dari lama Novi juga seorang model begituan.

Ya itu tadi, terlepas dari apa pekerjaannya dahulu, apa tindakannya, yang dialami Novi ini sebenarnya bisa saja terjadi pada teman-teman semua. Bisa saja orang yang memang sangat tertutup auratnya mengalami hal seperti ini, dilecehkan oleh aparat hukum yang seharusnya mengayomi masyarakat. Lalu masih bisa kah teman-teman menuduhnya sebagai orang yang harus disalahkan atas apa yang telah menimpanya?