Tags

, , ,


Wah, udah kelamaan nih kayaknya gak update blog, udah banyak banget yang terjadi, udah banyak cerita terjalin, saking banyaknya sampai lupa ada cerita apaan aja. -_-.

Ada satu cerita dimana saya belajar banget satu hal, yaitu jangan pernah mengambil keputusan hanya untuk menyenangkan orang lain. Karena apapun keputusan yang diambil, yang akan menjalani dan merasakan dampak dari keputusan itu ya diri kita sendiri, dimana tidak semua dampaknya bagus untuk diri kita.

Pelajaran mahal, yang dibayar mahal.

Termasuk mengenai keputusan dalam hal kesehatan reproduksi dan seksualitas yang di dalamnya termasuk pula mengenai hubungan antar pasangan. Saya sendiri termasuk orang yang tidak terlalu suka ikut campur masalah orang lain, terutama masalah yang sudah menyangkut hak dan ranah pribadi orang lain.

Bagi saya, saya tidak perduli mau sama siapa orang itu pacaran, mau sama siapa orang itu menikah, mau peran gender apa yang dia pilih dikehidupannya, mau agama apapun yang dia anut, mau Tuhan mana yang dia sembah, atau malah sama sekali tidak percaya Tuhan. Thats not my bussines, selama orang tersebut memang tidak ingin saya ada di dalam lingkaran hidupnya atau mengetahui jalan cerita hidupnya.

Terkadang kita masih ingin ikut campur dengan masalah orang lain, padahal kita sendiri masih banyak yang harus dibenahi pada diri kita. Terkadang kita terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain hingga kita lupa urusan kita sendiri. Terkadang kita terlalu usil dengan urusan orang lain tetapi marah dan tidak terima ketika kita diperlakukan sama. Kenapa memperlakukan orang seperti itu kalau ternyata kamu sendiri tidak mau diperlakukan seperti itu.

Kita, saya, kamu, harus banyak belajar untuk tidak terlalu ikut campur urusan orang lain. untuk bisa menerima perbedaan orang lain, untuk bisa menerima pendapat orang lain, dan untuk tahu hak-hak orang lain.

Ah, ini nilai, nilai yang sulit berubah di masyarakat. Perlu waktu yang lama, perlu orang yang berani mengambil tindakan, dan perlu kemauan bersama.

Sulit, tetapi saya yakin bisa.