Tags

, , , ,


Negara ini memang negara salah kaprah, dimana pemerintah dan wakil rakyatnya selalu galau dan membuat rakyatnya semakin bingung dan tak tentu arah, mirip pada abg labil yang habis putus cinta.

Semakin lama, masyarakat semakin gerah terhadap ketidakjelasan pemerintah dalam menjalankan negara ini, bentuk perlawanannya adalah tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan masyarakat ketika melakukan aksi demonstrasi. Nah, tindakan kekerasan ini yang sekarang di sebut sebagai tindakan anarkisme, yang sebenarnya salah kaprah.

Apa sih Anarkisme itu?

Anarkisme berasal dari kata dasar “anarki” dengan imbuhan -isme. Kata anarki merupakan kata serapan dari anarchy (bahasa Inggris) atauanarchie (Belanda/Jerman/Perancis), yang berakar dari kata bahasa Yunani, anarchos/anarchein. Definisinya adalah sebagai berikut:

Anarkisme atau dieja anarkhisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan. (Sumber: Wikipedia Indonesia)

Secara definisi saja kita sudah bisa lihat bahwa anarkisme itu adalah sebuah paham atau ideologi mengenai kebebasan, yang tidak menganut sistem pemerintahan atau kaum otoritas, dimana  tidak ada perbudakan, tidak ada hukum dan bebas melakukan apa yang ingin dilakukan tanpa harus melakukan kekerasan, kekejaman atau tindakan merusak lainnya.

Kenapa selama ini istilah anarkisme selalu disalahartikan sebagai tindakan kekerasan? Mungkin karena dalam sejarahnya para pelaku anarkis selalu melakukan tindakannya disertai dengan kekerasan. Contohnya adalah para anarkis yang terlibat dalam kelompok Nihilis di Rusia era Tzar, Leon Czolgosz, grup N17 di Yunani. Slogan para anarkis Spanyol pengikutnya Durruti yang berbunyi: “Terkadang cinta hanya dapat berbicara melalui selongsong senapan”. (Sumber: Wikipedia Indonesia).

Lalu kalau istilah anarkisme itu salah kaprah, istilah apa yang tepat untuk menggambarkan tindakan kekerasan yang dilakukan para demonstran ketika mereka melakukan aksinya? Istilah yang tepat menurut saya adalah vandalisme.

Vandalisme adalah suatu kebiasaan yang dialamatkan kepada Bangsa Vandal pada zaman Romawi Kuno, yang budayanya antara lain: perusakan yang kejam dan penistaan segalanya yang indah atau terpuji. Tindakan yang termasuk di dalam vandalisme lainnya adalah perusakan kriminal, pencacatan, grafiti, dan hal-hal lainnya yang mengganggu mata. (Sumber: Wikipedia Indonesia)

Istilah vandalisme ini menurut saya sih kurang populer dibandingkan istilah anarkisme yang sudah melekat pada masyarakat kita apabila ada sejumlah demonstran yang melakukan aksinya disertai dengan tindakan kekerasan. Lebih populer juga karena media-media informasi kita yang sepertinya ikutan salah kaprah juga dengan terus-terusan menggunakan istilah anarkisme untuk tindakan kekerasan.

Daripada kita terus-terusan salah kaprah mengenai istilah-istilah yang asing, ada baiknya sebelum kita menerima sebuah informasi, kita melakukan riset kecil-kecilan tentang informasi tersebut. Tanya saja mbah Google atau kalau mau sedikit usaha, buka saja Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Salam

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Anarkisme

http://id.wikipedia.org/wiki/Vandalisme