Tags

, ,


Apa itu serangga Tomcat?

Serangga Tomcat

Serangga Tomcat adalah Kumbang Rove. Kumbang Rove atau lebih dikenali juga dengan nama daerah Semut Semai, Semut Kayap atau Charlie. Spesies Tomcat sekitar 47.000 ekor dengan habitat berada di sawah padi, padang sekolah atau ilalang.

Kumbang ini mempunyai ukuran kurang daripada 1 cm panjang. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Bagian tengah abdomen yang berwarna hijau tua mempunyai sepasang sayap keras. Biasanya, kumbang ini kelihatan merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam sekali pandang ia lebih menyerupai semut. Apabila diganggu kumbang ini akan menaikkan bahagian abdomen supaya kelihatan seperti kala jengking untuk menakutkan musuh.

Cairan hemolimf yang terdapat di dalam badan (kecuali sayap) kumbang ini mengandung toksin yang paling berbisa di dunia. Toksin serangga yang paling berbisa di dunia ini dikenali sebagai ‘pederin’ (C24 H43 O9 N) dinamakan pada tahun 1953. Tingkat Racunnya 12x lebih besar venom ular tedung. Kumbang rove yang telah dikeringkan dan disimpan selama 8 tahun masih mengandung racun.

Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya. Itu sebabnya, jika sudah terkena dermatitis otomatis seperti seprei dan baju, handuk maupun alat-alat yang disinyalir terkena racun tomcat harus dibersihkan.

Bersentuhan dengan kumbang ini pada saat merayap atau tidur, menghancurkannya pada badan atau mengosok dengan jari yang kotor akan menyebabkan konjunktivitis dan penyakit kulit yang teruk yang dikenali sebagai dermatitis linearis, ‘aederus (kumbang rove/ staphylinidae) dermatitis’.

Gigitan Tomcat

Pencegahan dan Pengobatan

  1. Kumbang ini sangat tertarik dengan cahaya, sehingga sebaiknya hindari berada terlalu dekat dengan cahaya lampu atau minimalkan penggunaan cahaya dekat pintu dan jendela.
  2. Gunakan jaring nyamuk atau semprot aerosol atau pestisida organik dari campuran laos, daun mimba, dan sereh untuk mematikan kumbang yang masuk.
  3. Bila ada yang hinggap di kulit, jangan mematikannya di tubuh, namun tiup hingga pergi.
  4. Jika kulit mengalami kontak dengan serangga ini, akan timbul sensasi terbakar yang kemudian menjadi kemerahan disertai munculnya nanah di bagian tengah dalam beberapa hari.
  5. Segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Jika terjadi reaksi kulit, cuci dengan antiseptik ringan pemanganate kalium dilusian (Kmn04) seperti hydrocortisone 1% dan krim steroid lemah misalnya betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 5%.
  6. Jangan menggaruk luka, karena racunnya bahkan dapat berpindah ke bagian lain kulit lewat cairan di luka. Namun, bila luka terjadi pada area mata dan selaput lendir, sebaiknya segera ke dokter.
  7. Dengan pengobatan, umumnya luka akan membaik dalam 10 hari hingga tiga minggu tanpa menimbulkan bekas. Namun, luka dapat membekas jika melibatkan dermis.
  8. Dokter juga menyarankan untuk menghindari sinar matahari agar tak terjadi inflamasi luka yang menyebabkan bekas kehitaman.

Sumber:

  1. http://www.akhnurhadi.com/2012/03/tomcat-bahaya-dan-cara-mengatasinya.html
  2. http://www.terpopuler.net/apa-itu-serangga-tomcat
  3. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13612319