Langkah ini semakin berat rasanya ketika harus berjalan melawan arus.

Itulah yang sedang gw hadapi sekarang, dimana gw harus berjuang menurut idealisme gw diantara orang lain yang justru berlawanan arus dengan gw. Hebatnya, gw harus bersikap manis di depan orang tersebut dan melakukan sesuatu sesuai perintahnya. Kasarnya gw kacung yang belum punya kekuatan apa-apa untuk melawan.

Gw lelah berperan manis tetapi di dalam hati gw berperang dengan diri gw sendiri. Gw bingung dengan apa yang harus gw lakukan. Sampai akhirnya gw tiba dititik jenuh dan batas kemampuan gw, gw menetapkan hati untuk keluar dari sistem tersebut.

Gw gak mau pada akhirnya nanti sistem itu membuat gw kehilangan idealisme gw. Gw gak mau pada akhirnya apa yang gw perjuangkan sekarang berakhir pada gagalnya gw mempertahankan apa yang telah menjadi prinsip gw selama ini.

Betapa kerasnya pun gw mencoba berkompromi dengan keadaan ini, gw selalu gak bisa menerima dengan ikhlas apapun yang orang tersebut lakukan di depan mata gw.

Gw gak mau hidup dari hal seperti itu, gw lelah, dan akhirnya gw merasa gagal membuat perubahan yang berarti, gw gagal menciptakan sesuatu, gw gagal, tapi bukan berarti gw akan menyerah.

Suatu saat gw akan buktikan, bahwa idealisme gw adalah hal yang positif, ada hal kecil yang bisa mengubah budaya kotor yang sudah melekat di bangsa ini. Gw akan terus mencari cara sementara gw juga akan terus mencari kekuatan dan keyakinan baru.

Mungkin sekarang gw menyerah dan gagal, namun yang pasti, idealisme gw tetap terjaga aman di dalam setiap langkah gw di arah yang lebih baik.